Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir Yang Bisa Dipetik

Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir  – Keimanan kepada hari akhir atau hari kiamat merupakan landasan kuat dalam rukun iman yang harus diyakini oleh setiap umat Muslim. Kepercayaan ini menandakan keyakinan akan suatu waktu di masa depan yang hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Tidak seorang pun manusia memiliki pengetahuan tentang kapan dan bagaimana kehancuran alam semesta akan terjadi. Dalam keimanan ini, Al-Quran menjadi panduan utama, mengandung berbagai ayat yang menggambarkan dengan rinci dan mendalam tentang kejadian hebat tersebut. Meyakini hari akhir adalah panggilan untuk meningkatkan keimanan kepada Sang Pencipta, mengakui keberadaan kekuatan luar biasa yang mengatur alam semesta dan kehidupan manusia.

Salah satu hikmah utama dari keimanan kepada hari akhir adalah kesadaran mendalam tentang akibat perbuatan manusia. Keyakinan ini memberikan landasan moral, mendorong umat Muslim untuk hidup sesuai dengan ajaran agama mereka. Dalam Al-Quran, ayat-ayat yang berkaitan dengan hari kiamat tidak hanya menyiratkan ketakutan, tetapi juga mengajak manusia untuk mengintrospeksi perilaku mereka. Dengan memahami adanya hari akhir, manusia menjadi lebih bertanggung jawab terhadap tindakan dan keputusan mereka, tahu bahwa setiap amal baik dan buruk akan dinilai dan dibalas pada hari pembalasan.

Selain itu, keimanan kepada hari akhir juga membawa ketenangan batin. Dalam kehidupan sehari-hari yang penuh tekanan dan ketidakpastian, keyakinan ini memberikan harapan dan ketenangan kepada umat Muslim. Mereka percaya bahwa meskipun mungkin menghadapi berbagai kesulitan dan ujian, pada akhirnya, keadilan akan ditegakkan oleh Allah SWT. Keyakinan ini menciptakan kekuatan untuk mengatasi tantangan hidup dengan keberanian dan keteguhan hati, tahu bahwa ujian-ujian tersebut hanyalah ujian sementara dalam perjalanan menuju akhirat yang kekal.

Dalam Al-Quran, Allah SWT menjelaskan tentang hari akhir dengan rinci, menegaskan bahwa hari tersebut adalah suatu kepastian yang akan datang. Oleh karena itu, meyakini adanya hari kiamat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga merupakan pelajaran berharga tentang keadilan, kebijaksanaan, dan kasih sayang Allah SWT. Dengan memahami dan menghayati keimanan ini, umat Muslim diingatkan akan tanggung jawab moral dan spiritual mereka di dunia ini, menjadikan mereka lebih sadar akan perbuatan dan keputusan mereka sehari-hari. Dengan demikian, keimanan kepada hari akhir bukan hanya sebuah kepercayaan, tetapi juga sebuah panduan hidup yang membimbing umat Muslim menuju kehidupan yang lebih bermakna dan berarti di dunia dan akhirat.

Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir

Berikut ini 6 hikmah beriman kepada hari akhir bagi setiap umat Islam yang bisa dipetik untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaaan:

1. Menghindari Pola Hidup yang Bertentangan dengan Keimanan

Allah SWT telah memberikan nasihat tegas agar kita menjauhi dan tidak mengikuti pola hidup mereka yang berpandangan berbeda atau bahkan tidak memiliki keimanan. Mereka seringkali hidup dalam kebebasan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Meskipun pola hidup semacam itu mungkin tampak menawarkan kesenangan sesaat dalam kehidupan dunia, namun konsekuensinya akan terasa dalam jangka panjang di akhirat. Kesadaran akan pentingnya menjaga keimanan dan prinsip-prinsip agama merupakan landasan yang kuat dalam menghadapi godaan dunia yang seringkali melalaikan nilai-nilai spiritual dan moral. Dengan berpegang teguh pada keimanan, kita dapat menghindari penyesalan di akhirat dan memperoleh kebahagiaan yang kekal.

“Janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (QS 3:196-197).

2. Konsisten dalam Beramal Saleh dan Meningkatkan Ketaqwaan

Individu yang mempercayai keberadaan hari akhir dengan penuh keyakinan dan harapan untuk bertemu dengan Allah, akan terus menerus berupaya melakukan amal saleh sebaik mungkin dan meningkatkan tingkat ketaqwaannya kepada Allah. Mereka menyadari bahwa tindakan baik yang diperbuat di dunia ini akan membawa kebaikan di akhirat. Dengan tekad yang bulat, mereka merajut keseimbangan antara beramal saleh dan ketakwaan, mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk saat ketika mereka menghadap Sang Khalik dalam keadaan yang benar-benar siap.

Allah SWT dalam firman-Nya mengingatkan setiap hamba-Nya untuk berusaha melakukan amal kebajikan untuk diri sendiri dan sekaligus meningkatkan takwa kepada-Nya. Ayat suci dalam Al-Quran, QS 2:223, memberikan arahan yang jelas: “… Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” Dengan mengamalkan ajaran ini, individu mampu menemukan keberkahan dalam perbuatan baiknya dan meraih kebahagiaan di dunia dan kehidupan akhirat.

3. Konsisten dalam Berlaku Baik dan Benar dalam Kehidupan Sehari-hari

Seseorang yang memiliki keyakinan mendalam terhadap hari akhir pasti akan berkomitmen untuk terus berperilaku dengan baik dan benar sepanjang hidupnya. Mereka memahami bahwa setiap tindakan baik yang dijalankan haruslah bersandar pada kebenaran dan keadilan, mencerminkan nilai-nilai moral dan etika yang dianjurkan dalam ajaran agama.

Al-Quran dalam QS 2:123 mengingatkan kita tentang pentingnya bertakwa kepada Allah dan menjaga integritas dalam tindakan kita: “…Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikit pun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.” Ayat ini menjadi pegangan teguh bagi orang-orang yang meyakini hari akhir, mendorong mereka untuk selalu bertindak dengan kebaikan yang tulus dan kebenaran yang tak tergoyahkan.

Namun, penting untuk dipahami bahwa kebaikan bukan selalu menjamin kebenaran. Dalam konteks ini, contoh yang sering diambil adalah tindakan menolong orang. Meskipun menolong orang dianggap sebagai perbuatan baik, namun tidak semua tindakan menolong tersebut dapat disebut benar. Penting untuk mempertimbangkan tujuan di balik tindakan tersebut. Apakah menolong dilakukan dalam rangka kebaikan dan takwa, atau justru dalam konteks dosa dan kejahatan?

Menolong orang untuk melakukan perbuatan dosa atau kejahatan jelas merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan tidak dapat dibenarkan dalam Islam. Oleh karena itu, menjaga agar setiap tindakan baik juga selaras dengan kebenaran adalah suatu hal yang sangat penting bagi individu yang meyakini hari akhir.

4. Memahami Jihad Sebagai Perjuangan Kebaikan dalam Iman kepada Hari Akhir

Salah satu hikmah mendalam dari keyakinan kepada hari akhir adalah kewajiban untuk berjihad. Dalam konteks ini, jihad tidak hanya mengacu pada perang, melainkan mencakup segala upaya yang dilakukan seorang mukmin untuk memperjuangkan kebaikan. Menurut pandangan MUI, jihad adalah bentuk pengabdian jiwa dan harta yang merupakan bentuk transaksi spiritual seorang mukmin dengan Allah. Ini juga merupakan cara nyata untuk mengokohkan keyakinan keagamaannya.

Apabila lingkungan sekitar hidup dalam kedamaian, medan jihad meluas ke segala aspek kehidupan. Seluruh usaha untuk menggapai kebaikan seperti melaksanakan dakwah, meningkatkan tingkat pendidikan, mendukung perekonomian masyarakat, dan berbagai bentuk perjuangan positif lainnya juga dianggap sebagai bentuk jihad. Hal ini menunjukkan bahwa jihad bukanlah konsep yang terbatas pada konflik bersenjata, melainkan juga mencakup transformasi sosial dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Penting untuk menyadari bahwa mempersempit makna jihad hanya sebagai perang adalah pandangan yang keliru. Dalam suasana damai, jihad tetap relevan melalui upaya-upaya yang mendorong kemajuan sosial dan keberlanjutan, memperjuangkan perdamaian dan keadilan. Oleh karena itu, mengerti jihad dalam konteks luasnya adalah bagian integral dari keyakinan kepada hari akhir, mengajarkan bahwa kebaikan dan perjuangan untuk keadilan adalah bagian tak terpisahkan dari iman yang mendalam kepada Allah dan hari pembalasan yang akan datang.

5. Meningkatkan Ketabahan dalam Kesabaran

Ketika keyakinan pada hari akhir merajut jiwanya, seseorang akan menunjukkan ketabahan dalam segala hal yang baik, tanpa terkecuali dalam situasi apa pun. Meskipun bencana melanda dirinya, ketabahan tetap menjadi pijakan, bahkan meningkat seiring berjalannya waktu.

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS 3:200).

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun.” (QS 2:155-156).

6. Tidak bakhil dan suka berinfak

Keimanan pada hari akhir menginspirasi kemurahan hati, menjadikan seseorang dermawan tanpa batas ketika berinfak. Dia memahami konsekuensi kekikiran terhadap harta dan menyadari pahala berlipat yang menantinya jika ia bersedekah demi jalan Allah SWT.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS 3:180).

Penutup

Pentingnya keyakinan pada Hari Akhir mengilhami kehidupan umat Islam. Setiap Muslim meyakini dengan teguh bahwa Hari Kiamat adalah kepastian yang tak terelakkan. Suatu hari, manusia akan dibangkitkan kembali dari kubur, menghadapi pengadilan Ilahi yang maha adil oleh Allah SWT.

Dalam kepercayaan ini terdapat ketenangan dan ketabahan. Keyakinan pada akhirat memberi arah dalam hidup sehari-hari, mendorong umat Islam untuk hidup dengan penuh kesadaran akan konsekuensi perbuatan mereka. Dalam perjalanan menuju Hari Akhir, setiap tindakan, baik dan buruk, tercatat dengan cermat.

Ketika manusia dibangkitkan untuk menerima penghakiman, mereka akan dihadapkan pada segala perbuatan yang pernah mereka lakukan. Oleh karena itu, kebaikan yang dilakukan dalam hidup ini tidak pernah sia-sia. Hari Akhir adalah saat keadilan Allah SWT bersinar, mengukur setiap tindakan dan niat dengan teliti. Dalam keimanan kepada Hari Akhir, umat Islam menemukan kekuatan dan harapan yang tak tergoyahkan.

Check Also

Bacaan Ayat Kursi Arab

Bacaan Ayat Kursi Arab, Latin, Terjemahan Serta Keutamaan Membacanya

Ayat Kursi – Dalam tuntunan keislaman, Ayat Kursi adalah harta karun keutamaan. Dalam riwayat yang terdapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *